TRIBUN ZIRO

"Media Penuh Tindakan Dan Data Penelitian didukung Fakta".

 


Jumat, 27 Februari 2026

Nestapa nya Jalur Tengkorak Menuju Gate 3 Pelabuhan Belawan*

Nestapa nya Jalur Tengkorak Menuju Gate 3 Pelabuhan Belawan* 
 

​Belawan – Sebagai urat nadi perekonomian Sumatera Utara, Pelabuhan Internasional Belawan memikul mandat besar sebagai gerbang logistik dunia. Namun, kemegahan status tersebut seketika luruh saat roda-roda kendaraan menyentuh aspal di kawasan Kampung Salam menuju Gate 3. Alih-alih disambut infrastruktur kelas dunia, para pengguna jalan justru bertarung nyawa di atas deretan “ranjau darat” yang kian mengkhawatirkan, Kamis (28/2/2026).


​Kondisi ini menciptakan paradoks yang menyesakkan: di satu sisi, triliunan rupiah nilai komoditas melintas setiap tahunnya; di sisi lain, akses utamanya dibiarkan luluh lantak bak jalur tak bertuan. Situasi kian mencekam kala hujan mengguyur, di mana genangan air menyulap jalanan rusak menjadi jebakan maut yang menipu mata—menyembunyikan lubang-lubang dalam yang siap mematahkan as roda truk atau merenggut nyawa pengendara.


​Ayun salah seorang pengusaha angkutan yang kerap menyoroti dinamika kawasan Belawan, melontarkan kritik tajam atas pembiaran menahun ini. Menurutnya, kegagalan infrastruktur ini adalah potret nyata ketimpangan komitmen. ​”Sangat ironis. bagaimana kita bisa bicara tentang daya saing global jika akses menuju pelabuhan internasionalnya saja menyerupai kubangan? Ini bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, melainkan masalah kemanusiaan dan martabat daerah,” tegas Ayun.



​Kerusakan infrastruktur ini ternyata memicu dampak domino yang lebih kelam. Berdasarkan pantauan di lapangan, laju kendaraan yang melambat akibat jalan rusak menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi pungutan liar (pungli) secara paksa.
​Para “pejuang aspal” sopir kontainer dan truk tangki kini terjepit dalam tekanan ganda: risiko kerusakan armada yang mahal dan pemerasan yang mengintai di setiap jengkal jalan.



Lemahnya pengawasan aparat di titik-titik krusial memicu spekulasi adanya pembiaran sistematis yang kian mencekik kesejahteraan para pengemudi. ​Masyarakat dan pelaku industri kini menuntut tindakan nyata dari pemerintah pusat maupun PT Pelindo. Pola perbaikan “tambal sulam” dinilai hanya membuang anggaran karena kembali hancur dihantam beban muatan berat dalam hitungan minggu.


Pembangunan Rigid Pavement (beton permanen) dengan spesifikasi teknis kendaraan berat guna menjamin ketahanan jangka panjang. Operasi penertiban pungli di sepanjang jalur Kampung Salam yang telah merusak citra keamanan logistik nasional. Mengembalikan posisi Belawan sebagai pelabuhan internasional yang aman, nyaman, dan profesional secara komprehensif.



​Membiarkan “wajah bopeng” ini terus menghiasi akses internasional bukan hanya mencederai estetika kota, tetapi juga melukai rasa keadilan masyarakat. Sudah saatnya Gerbang Dunia di Belawan dipoles kembali sebelum daftar korban jiwa dan kerugian logistik kian tak terbendung.(TIM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages

SoraTemplates

Best Free and Premium Blogger Templates Provider.

Buy This Template