KEBAKARAN PT AGRO JAYA, KETUM GNI: PERLU TINJAU ULANG INSTALASI KESELAMATAN DI SELURUH PABRIK
MEDAN, 27 April 2026 – Insiden kebakaran hebat yang kembali melanda pabrik pengolahan minyak sawit milik PT Agro Jaya Perdana di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, pada Sabtu malam (25/04) menjadi sorotan tajam. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Negarawan Indonesia (GNI), Rules Gajah, S.Kom., angkat bicara terkait maraknya kasus serupa yang terjadi di tahun 2026 ini.
Kronologi Kejadian
Api pertama kali terlihat membumbung tinggi dari area produksi sekitar pukul 20.20 WIB. Kobaran api begitu besar sehingga cahaya kemerahan terlihat jelas dari kejauhan, menyelimuti langit kawasan tersebut.
Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk melakukan lokalisasi api agar tidak merembet ke tangki penyimpanan atau bangunan lain. Hingga pukul 22.40 WIB, proses pemadaman masih berlangsung di tengah asap tebal dan suhu panas ekstrem.
Insiden ini sempat membuat panik warga sekitar yang berlarian ke pinggir jalan demi keselamatan. Ruas Jalan KL Yos Sudarso juga sempat mengalami kemacetan panjang akibat banyak warga yang memadati lokasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun penyebab pasti dan kerugian materiil masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Sorotan Ketum GNI: Kurangnya Perawatan Instalasi
Menanggapi kejadian ini dan maraknya kebakaran di pabrik-pabrik besar di Medan sepanjang tahun 2026, Rules Gajah menegaskan pandangannya.
"Hal ini terjadi karena kurangnya instalasi dan pengecekan alat kebakaran di pabrik secara berkala, baik secara sistem maupun teknis," tegas Rules Gajah kepada awak media, Senin (27/04).
Ia menilai bahwa standar keselamatan kerja dan perlindungan aset masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak pelaku industri.
Seruan Tinjau Ulang Fasilitas
Lebih jauh, Ketum GNI meminta adanya evaluasi menyeluruh dari pihak terkait.
"Harus ditinjau ulang kelayakan alat keamanan kebakaran di seluruh pabrik-pabrik yang ada, khususnya yang berlokasi di luar kawasan Industri Medan," serunya.
Menurutnya, pengawasan yang ketat dan perawatan rutin sangat penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa yang tidak hanya merugikan perusahaan secara materi, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat sekitar dan lingkungan.
(Humas)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar